Sunday, February 27, 2011

Blog Entry

Jumlah jari-jari tangan kita ada 5, ada 14 ruas (2+3x4), dari keadaan demikian kita bisa menghitung dengan jempol dan ruas mulai dari ujung setiap jari maksimum 3x4=12. Puncak jari termasuk jempol ada 5, ada celah 4 buah dan puncak ada 9. Ibu jari kita di setiap lengan cuma 1. Kalau semua ukuran itu dinyatakan dengan hitungan diperoleh 5+14+12+9=19+21=40. Dijadikanlah bilangan itu menjadi nilai huruf MIM. Maka dari kedua lengan tangan kita diperoleh 2x40=80. Secara simbolik 80 adalah cermin yang sempurna atau 8X sedangkan maknanya berkaitan dengan Kelembutan Alah yang tampil dengan wakil simbolis menjadi huruf FA. Selain itu diperoleh juga 2X+40=60 sebagai citra Kekuasan Tuhan yang ditampilkan kepada manusia menjadi huruf SIN. Maka pertolongan Allah pun tampil nyata ketika lafaz SIN dibunyikan dengan SIN, ALIF dan NUN.

Kelembutan Allah (makna tersembunyi huruf FA) kemudian difirmankan dalam AQ dan tercantum pada QS 18:19 yaitu huruf FA dalam kalimat YatalaththaF dengan nilai al-Jumal 529. Nilai ini berkaitan dengan bilangan 252=625 yang dihasilkan dengan memindahkan bilangan 9 dengan cara memutar CCW (ka ke ki) pada dari posisi dijit ke-3 menjadi ke-1 (31) dan menggeser bilangan 5 secara mendatar dari dijit ke-1 menjadi dijit ke-3 (13). Posisi bilangan 2 tetap di posisi dijit ke-2 sebagai suatu ketentuan yang kalau dihitung dengan teknik biner nilainya adalah 10, simbol kesempurnaan huruf Ya danjumlah dari 10 jaritangan kita!

Perubahan posisi ini menunjukkan gerak dan keinginan Tuhan untuk dikenal oleh makhluk dengan pertama kali menampilkan kelembutan-Nya (arti harfiah dari lafaz Yatalaththaf) dimana perkenalan itu hanya dimungkinkan dari kehendak Allah semata (QS 24:35) jika makhluk mau berserah diri dan tertunduk atau ASLIM seperti dinyatakan dalam  QS 2:131, Nilai huruf lafaz ASLIM adalah 131.

Jadi, susunan perubahan posisi 9 jadi 6 dan bilangan 5 dari dijit ke-3 menjadi dijit ke-1 dan sebaliknya diwakili oleh suatu simbolism numerik 13-31 dengan jumlah total 44, unifikasi 131 (Aslim) dan 161 (Insaan dengan Laam Alif), sedangkan dengan kaidah minus diperoleh -18 dengan nilai mutlak diperoleh 18 yang dapat diuraikan menjadi 6,6,6, lantas menjadi 666 sebagai simbol kehendak bebas manusia yang terbatas karena instrumen lahiriahnya mempunyai keterbatasan yang akhirnya membatasi daya khayal dan imajinasi kita, apalagi kalau tidak dikendalikan dengan baik.

Masalah ini menyebabkan perlunya suatu pemecahan praktis supaya akal dan hati manusia mampu mengendalikan khayal dan angan-angan yaitu berdoa dan bermunajat dengan posisi tangan terbuka ke atas, ibu jari dilipat, dan berdoalah. Implementasi praktisnya kemudian menjadi shalat 5 waktu sehari semalam (12+12=24) sebagai namaz atau mirajnya orang-orang berimaan yang al-Mukmin, yaitu yang patuh kepada perintah dan larangan Tuhan yang disampaikan oleh para Nabi Muhammad SAW.

Uraian yang khusus berkaitan dengan keunikan sidik jari kita yang dijadikan sebagai penanda unik karena setiap manusia hanya mempunyai satu sidik jari unik. Sidik jari adalah tanda tangan Tuhan Sendiri. Dengan teknologi modern ternyata dapat digunakan juga teknik DNA dengan memanfaatkan Kromosom ke-8 kita yang disebut ahli genetika modern Richard Dawkins sebagai Selfish Gen, Gen Egois, atau Gen Setan karena sifat-sifatnya yang suka seperti kutu loncat, berubah-ubah dan memberikan pengaruh pada akhlak dan perilaku manusia serta punya kecondongan menimbulkan penyakit kalau tidak terkoordinasi dengan baik. Yang mengerikan gen ke-8 ini bisa mengobok-obok seluruh gen yang ada di dalam tubuh kita dari gen 1 sampai gen 23 atau gen X dan Y yang berpengaruh kepada keturunan.

Dikedua telapak tangan kita, tertera tanda 4 garis. Atau posisi 4-4 (kanan dan kiri) yang membangun konfigurasi bilangan dalam tulisan Arab sebagai 18-81 atau jumlahnya 99. Itu adalah tanda yang nyata sebagai jumlah nama-nama-Nya, yang kelak membatasi bagaimana manusia memahami nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-Nya sesuai dengan potensi yang ada padanya. 99 itu kemudian menjadi 99 Asma Ul-Husna sebagai nama-nama unik yang muncul bersamaan dengan dikenalnya Sifat-Sifat Allah Yang Maha Esa. Namun, 99 nama itu harus dibenamkan ke dalam lafaz “Allah” dengan disebutkannya “Laa ilaaha illaa…” sebagai lafaz peniadaan semua nama-nama-Nya, maupun semua makhluk-Nya.

Yang tersisa adalah Ism Agung yang menjadi tali penyambung antara yang lahir dan yang batin, yang awal dan yang akhir, dan yang meliputi segala sesuatu yaitu lafaz “Allah” sebagai penyebutan dari makhluk karena keterbatasannya. Sedangkan dari keintiman musyahadah kepada-Nya maka disebutkannya juga “Allahu, Laa ilaaha illaa Huwa”. Huwa yang nyata akhirnya adalah Huwa yang dilihat dengan mata hati dan akal pikiran yang jernih, wajah yang Dicinta pun tampil dimana-mana menjadi Pecinta, yang mengingat ke-Esa-an Tuhan di alam penyaksian dimana Dia berfirman “Bukankah Aku Tuhanmu?”(Qs 7:172). Ketika kita jawab “Bala..” maka Tuhanpun menganugerahkan PengetahuanNya dengan menyisipkan informasi azalinya berupa kode biner yang diartikulasikan oleh manusia dengan akal, hati, n lidahnya menjadi susunan 10 huruf  yang menyimpan rahasia Pertolongan Allah kepada semua makhluk ciptaan-Nya yaitu penauhidan “Laa ilaaha illaa Huwa” dengan nilai numerik 110 yang menjadi nomor surat an-Nashr (QS 110).

atmoon wrote on Jul 13, '06
Hehehe memang kubuat pada bingung sih, sebenarnya bilangan itukan simbol dari kedua jari kita. Sistem desimal asalnya dari 1+2+3=6 (ini disebut bilangan sempurna) sedangkan kalau dituliskan 1x100+2x10+3x1=123 disebut bilangan Black Hole konversi hurufnya dlm bhs arab NUZULUL (kelahiran). 1,2,3 sendiri disebut Alif, Ba, Jim dan kemudian Dal sebagai huruf ke-4 atau ABJAD.AQ sendiri jumlah ayatnya 1001x1x2x3+23x10=6236 sebagai simbolisme Realitas Indra Maya (Realitas yang tercipta karena kebutuhan mutalk pada adanya gravitasi rahmat n cahaya mentari).

Susunan jemari kita baik ruasnya, maupun mungkin setiap guratannya sebenarnya berhubungan dengan bagaimana komposisi huruf arab n latin serta desimal disusun sebagai Wahyu Elementer yang disepakati semua manusia di Bumi. Lantas ketika wahyu2 itu disusun menjadi kata2, nama2, yang disebut asmaa-aa kullaha muncullah AQ dengan no surat, no ayat, jumlah huruf, n nilainya yang saling berkaitan.

Jadi, kalau kita proyeksikan diri kita sebagai manusia dengan panduan AQ sebenarnya kisah-kisah AQ itu berkaitan benar dengan manusia baik komposisi genetisnya, darah dagingnya,ototnya, dan tulang-tulang serta persendiannya n akhirnya menjadi dasar-dasar bagaimana kita hitung-menghitung n berkata-kata di P Bumi, di ttsurya, dan memahami semua fenomena termasuk merasakan "Allah" dalam "Hatinya".

Ungkapan Jawa-Arabnya "Ana Allah Ning Qalbu Mukminun" yang dpat dimakna "Ini Aku dalam Hati Orang Beriman" atau "Ada Allah di Hati Orang Beriman".

Untuk bisa menyelami sejauh itu memang akhirnya setelah akal pikiran n hati diarahkan ke luasnya semesta ternyata di suruh balik lagi, "lihatlah dirimu sendiri, bukankah engkau makhluk yang Kuciptakan dengan Rahmat n Cinta-Ku". Begiru kira2 Allah berkata kepada semua manusia yang aslinya semuanya beriman shng ungkapan terkenal "kenalilah dirimu n engkau akan kenal Tuhanmu" dimaksudkan supaya kita selalau mawas diri, baik dengan melihat bentuk fisik maupun non fisik kita, yang lahir n yang batin, yang ada dalam hati, diucapkan denganl;idah dan dinyatakan dgn akhlak dan perilaku kita kepada semua makhluk TUhan dan Tuhan itu sendiri.

No comments:

Post a Comment